SELAMAT DATANG DI BLOGSPOT TPP KOTA DENPASAR. TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA.
Tampilkan postingan dengan label Hari Desa Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari Desa Nasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Januari 2026

Dari Manual ke Digital: Kunci Sukses Desa di Denpasar Kelola Miliaran Rupiah APBDesa

Oleh; Kadek Agus Mahardika (TA PM Kota Denpasar) 


DENPASAR – Mengelola APBDesa sebesar Rp9 hingga Rp22 miliar lebih per tahun bukanlah perkara mudah. Bagi desa-desa di wilayah Kota Denpasar, besarnya anggaran ini membawa konsekuensi logis: beban administrasi yang luar biasa padat. Mulai dari perencanaan, penatausahaan, hingga laporan pertanggungjawaban, semuanya menuntut ketelitian tinggi.

Sebagai Pendamping Desa di Kecamatan Denpasar Selatan (periode 2022–2024), saya melihat langsung bagaimana dinamika ini terjadi di Desa Pemogan, Sidakarya, Sanur Kauh, dan Sanur Kaja. Tantangan terbesarnya ternyata bukan pada nominal uangnya, melainkan pada "Mindset" atau pola pikir perangkat desanya.

Penyakit "Mindset Manual" dalam Sistem Digital

Saat memulai tugas pada Januari 2022, saya menemukan fakta menarik. Masih banyak perangkat desa yang kesulitan menyusun Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Laporan Realisasi Kegiatan. Mengapa? Karena mereka masih terjebak dalam Pola Pikir Manual.

Dalam dunia pengelolaan keuangan desa modern, kita sudah menggunakan aplikasi Siskeudes. Namun, banyak Pelaksana Kegiatan Anggaran (PKA) yang menyusun rencana kegiatan tidak merujuk pada print-out sistem. Akibatnya:

  1. Kode Rekening Tidak Sinkron: Nama kegiatan di perencanaan berbeda dengan yang ada di sistem.
  2. Kegiatan Terpecah-pecah: Satu kegiatan besar (misalnya Festival Budaya) sering dianggap sebagai lima kegiatan terpisah hanya karena memiliki banyak sub-kegiatan. Hal ini membuat pembuatan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) menjadi semrawut.

Rahasia Laporan Benar: Mulai dari RKP Desa yang Tepat

Pengelolaan keuangan desa adalah sebuah siklus. Jika ingin laporan pertanggungjawabannya benar di akhir tahun, maka perencanaannya harus "beres" di awal tahun.

Melalui fasilitasi yang intensif, saya mengajak Tim RKP Desa di Denpasar Selatan untuk melakukan tiga langkah kunci:

  • Back to Regulation: Memahami dasar hukum (PP No. 43/2014 & Permendagri No. 20/2018) bahwa RKP Desa adalah Rujukan utama sebelum menyusun APBDesa.
  • Melek Siskeudes: Membuka diri terhadap template digital. Jangan lagi membuat RAB secara manual di Excel tanpa melihat nomenklatur yang ada di sistem.
  • Berpikir Kritis: Memahami logika sistem. Siskeudes bukan sekadar aplikasi input, tapi alat bantu agar anggaran transparan dan akuntabel.

Hasil Nyata di Denpasar Selatan

Perubahan pola pikir dari manual ke "Mindset Siskeudes" membuahkan hasil manis. Desa-desa dampingan di Denpasar Selatan kini telah mampu menjadi desa yang tertib. Laporan pertanggungjawaban realisasi APBDesa kini tersaji dengan akurat dan tepat waktu kepada Wali Kota Denpasar.

Jika administrasi sudah rapi, perangkat desa tidak lagi habis energinya hanya untuk urusan kertas. Mereka bisa lebih fokus pada kolaborasi masyarakat—membangun desa yang lebih inklusif menuju Indonesia Emas 2045.

Penutup

Menjadi Pendamping Desa adalah tentang menjadi jembatan. Membantu perangkat desa memahami definisi teknis—mulai dari kode rekening hingga rincian objek belanja—adalah investasi jangka panjang untuk kemandirian desa. Karena pada akhirnya, tata kelola keuangan yang baik adalah fondasi dari pelayanan publik yang prima.

Salam Berdesa!

#kemendesapdt #bangundesabangunindonesia #haridesanasional2026 #PendampingDesaHebat

#TPPKerjaBerdampak

Perayaan Hari Desa Nasional 2026 di Kota Denpasar

 

Ibu Camat Denpasar Timur Hadir Turut serta dalam Gerakan Kebersihan Desa Dangin Puri Kelod dalam Perayaan Hari Desa Nasional 2026

 

Dalam rangka memperingati Hari Desa 2026, Ibu Camat Denpasar Timur turut hadir bergabung dengan Masyarakat Desa Dangin Puri Kelod  melaksanakan Gerakan Kebersihan Desa. Bersama mayarakat ikut serta dalam kegiatan gotong royong di desa.  Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan kebersamaan dalam membangun desa.

Warga Masyarakat sangat antusias dan semangat dalam kegiatan tersebut dengan membersihkan area jalan, saluran air, serta memangkas rumput liar dan pohon perindang yang sudah besar dan mengganggu ruas jalan di sepanjang jalur yang telah ditentukan.

Kegiatan gotong royong ini menunjukkan wujud nyata partisipasi, semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat dalam membangun desa yang lebih sejahtera.

Mari bersama dengan momentum perayaan hari desa ,15 Januari 2026 ini gunakan sebagai  waktu / kesempatan yang baik untuk Masyarakat dalam melakukan evaluasi terhadap perkembangan dan Pembangunan desa serta merumuskan strategi dalam pengembangan pembangunannya ke depan yang lebih baik dan maju.

 

Denpasar, 11 Januari 2026

PIC Media Informasi Kota Denpasar,

I Made Gede Wisnawa


Seni Menasihati BUMDesa: Mengapa Perbekel Tidak Harus Menjadi Pengusaha, Namun Wajib Memahami Cara Kerja Usaha Desa

  Dipublikasikan oleh Kadek Agus Mahardika | Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kota Denpasar   Dalam perjalanan saya mendampingi desa-...